“Kami menggunakan metode destilasi bertingkat serta peragian untuk mendapatkan kadar bioetanol dari limbah nasi. Takarannya sesuai dengan kadar efektif hand sanitizer, yakni sekitar 60 hingga 80 persen,” jelasnya.
Sementara itu, ekstraksi daun kemangi dilakukan menggunakan metode maserasi. Pelarut dengan tingkat kepolaran tertentu digunakan agar mendapatkan ekstrak yang diharapkan. Finalisasi uji fitokimia juga telah dilakukan.
Baca Juga: Mendikbud Ingatkan Vokasi Harus Bisa Menjadi Solusi
Yasmin menambahkan, ide memanfaatkan limbah nasi itu muncul lantaran tidak sedikit nasi yang terbuang secara cuma-cuma dari warung makan. Selain itu, fasilitas cuci tangan di era pandemi masih minim.
“Kami mencoba menggabungkan beberapa masalah tersebut untuk mendapatkan satu solusi yang kami harap efektif sebagai penyelesaian,” ujar mahasiswa Universitas Arilangga ini .
Gagasan yang tercipta itu diikutsertakan dalam Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2020. Setelah melalui persaingan yang cukup ketat, Yasmin dan timnya berhasil membawa pulang Juara LKTI Sub Kategori Saintek Inovasi Bioekonomi. (Aan Haryono)
(Rani Hardjanti)