KUDUS - Konsep dasar pendidikan vokasi sejatinya harus benar benar memprioritaskan link and match dengan industri.
Lantas, untuk memperkuat link and match maka diperlukan adanya inkubasi dan pendampingan. Dengan begitu lulusan SMK harus menjawab tantangan dunia industri pada hari ini.
Hal ini disampaikan Pimpinan MataAir Foundation Muhammad Abdul Idris pada kegiatan "Santri Talking Fashion; Opportunity and Challenges" yang diselenggarakan di SMK PGRI 1 Kudus, Jumat (20/11/2020).
Baca Juga: Sekolah Dibuka Januari? DPR: Protokol Kesehatan Harus Ketat
Muhammad Abdul Idris melanjutkan, harus ada kolaborasi yang solid antara SMK, pemerintah dengan industri dalam menyusun roadmap pengembangan dunia pendidikan vokasi khususnya di bidang fashion.
“SMK ini harus benar benar link and match. Jangan sampai hanya sampai kerjasama level MoU saja. Selain itu, kolaborasi pengembangan SMK adalah kunci. Kompetensi yang mumpuni di dunia fashion tetap harus didukung oleh skill tambahan yaitu komunikasi, jadi komunikasi dan kolaborasi,” ungkap Idris.
Baca Juga: Empat Perguruan Tinggi Sepakati Kuatkan Implementasi Kampus Merdeka
Sementara, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) Kemenparekraf Iyung Masruroh membagikan tips untuk mengembangkan pendidikan vokasi di bidang fashion guna merespons tantangan dunia industri.