Ketua Pusat Kajian Kebencanaan Universitas Indonesia Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si., Ph.D. menghargai kerjasama dari Pemerintah Provinsi Maluku dengan berbagai keberagaman suku, agama dan ratusan raja dengan kearifan lokal masyarakat Maluku, kekayaan budaya gotongroyong dengan pendekatan pentahelix.
Rektor Universitas Pattimura Ambon Prof. Dr. Marthinus J. Saptenno, S.H., M.Hum. melihat pendekatan komunitas yang telah digagas civitas akademika Universitas Pattimura dan Tokoh dan Pimpinan Organisasi Agama yang menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi COVID-19. Merekomendasikan agar ke-2 buku ini segera disosialisasikan ke seluruh masyarakat, dengan pendekatan secara holistik.
Beberapa narasumber juga memberikan paparannya dalam acara bedah buku ini:
Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si (Han) Dosen FIA UI Perwakilan Penulis Buku Desa Tangguh Bencana memandang Desa adalah pertahanan terdepan dalam Negeri Maluku Tangguh Bencana lawan COVID-19. Fitriati merekomendasikan berkebijakan “1 Negeri (Desa) 1 Tenaga Kesehatan Masyarakat” untuk memperkuat Pentahelix dalam Penanganan COVID-19 di Bumi Raja-Raja.
Frans Pati Herin Perwakilan Penulis Buku Pembelajaran COVID-19 di Indonesia seri Maluku’, S.Pd. Wartawan Harian Kompas desk Maluku menggambarkan belum ada pola penanganan yang baku. Dengan kepemimpinan yang kuat dari akar rumput dan kearifan lokal masyarakat Maluku, dan kedua, peran institusi keagamaan saling bekerja sama, sebagai kunci dalam menghadapi wabah COVID-19 di Provinsi Maluku.