Pekerjaan ini merupakan gotong royong kemanusiaan dan diperlihatkan melalui strategi pentahelix dalam rangka menangani COVID-19, yaitu bagaimana metode ini membantu mengatasi masalah atau pengembangan program dengan melibatkan pihak dari berbagai sektor (lintas sektor) yang berfokus pada Kerjasama Multi Pihak (KMP). KMP memberi ruang kepada berbagai pihak, atau saat ini lebih banyak disebut dengan istilah Model Penta-Helix, yaitu merangkul Pemerintah, Akademisi, Swasta dan Filantropi, Kelompok Masyarakat, dan Media di dalamnya sebagai satu kesatuan.
Melkiades Laka Lena menjelaskan bahwa Indonesia yang sedang berada dalam krisis multidimensi, maka penanganan Covid-19 harus secara cepat dan komperehensif serta harus ditangani secara holistik. Dalam perspektif manajemen, krisis ini merupakan risiko yang dinilai sama derajatnya dengan peluang, sehingga seharusnya kita sebuah sebuah entitas bangsa dapat melihat peluang dalam resiko dengan menciptakan dan mengubah krisis menjadi peluang (turning crisis into opportunity). Untuk menghadapi situasi ini, Melkiades Laka Lena mendorong Pemerintah Indonesia agar segera memprioritaskan 3 (tiga) pilar yaitu Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh, dengan melibatkan peran dari multisektor.
Berton Panjaitan, Kepala Pusdiklat BNPB memandang Pemerintah Provinsi Maluku dapat menjadi rujukan dan contoh bagi provinsi lain di Indonesia dalam penanganan COVID-19. BNPB melalui Program Desa Tangguh Bencana telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, namun berkaitan dengan COVID-19 agar dapat lebih disosialisasikan lagi.