Diketahui, pembelajaran di tengah pandemi mengandalkan cara daring atau online. Dan itu membutuhkan biaya yang lumayan bagi para mahasiswa. “Saya tanya mahasiwa, habis berapa selama webinar? Ya sekitar R400 ribu sebluan katanya. Kalau bisa ada wifi atau kerja sama dengan kemenkominfo agar bisa murah, ya Rp50ribu sebulan bisa webinar,” ujarnya.
Baca Juga : Pakar Sebut Minimnya Kesadaran Masyarakat Jadi Faktor Tingginya Kasus Corona di Jatim
Menjawab masukan Dede Yusuf, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti, Prof Aris Junaidi mengatakan pihaknya saat ini sudah memiliki beberapa aplikasi untuk menjalankan system belajar mengajar. Dan soal biaya tambahan yang dikeluarkan mahasiwa selama belajar daring, Aris menyatakan sudah berkoordinasi dengan Kominfo dan sejumlah provider agar bisa mengeluarkan paket murah.
“Kita sudah kerja sama dengan kominfo dan semua provider supaya ada paket murah. Terkait subsidi kuota, kita sedang kita kerjakan dengan berbagai provider, kita bikin kontrak MoU kita sebarkan ke semua PTN,” ujar Aris.
(Angkasa Yudhistira)