JAKARTA - Balajar dalam jaringan atau lebih dikenal dengan daring, menjadi suatu hal baru di tengah wabah covid 19. Sayangnya banyak tenaga pendidik yang tidak siap hingga adanya fenomena gaptek atau gagap teknologi.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan Praptono mengatakan, kurangnya persiapan guru dalam menghadapi sistem pembelajaran daring (online) menjadi salah satu faktor hambatan dalam pembelajaran di rumah. Namun, ia mengakui hal ini bisa menjadi peluang bagi guru untuk mengembangkan diri.
Baca Juga: UN 2020 Ditiadakan, Mendikbud Nadiem Makarim Blak-blakan Ungkap Alasannya
"Ini suatu hal yang mendadak, di mana guru dipaksa melakukan pembelajaran online yang sebelumnya tidak pernah dipersiapkan oleh guru. Ini menjadi peluang bahwa masa pandemik Covid-19 menjadi momen bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang selama ini diharapkan," tutur Praptono, dikutip dari laman Kemendikbud, Rabu (1/4/2020).
Praptono mengatakan, sebaiknya Dinas Pendidikan dapat membuat surat edaran yang lebih detail mengenai pembelajaran daring di rumah. "Jangan terlalu berfokus pada aspek akademik, tapi ada penekanan pada life skill, karakter, dan sebagainya. Ini output yang baik untuk kita bicarakan ke depannya," tuturnya.