5. Jika kamu masih merasa terdorong untuk mengikuti kelas, sediakan waktu untuk berbicara dengan gurumu tentang hal itu
Jangan mendatangi gurumu tepat sebelum kelas dimulai. Sebagai gantinya, setelah kelas, tanyakan kepada gurumu apakah kamu dapat berbicara tentang tugas yang dimaksud di tempat yang aman.
6. Sebelum kamu bertemu dengan gurumu, buatlah salinan tugas dengan komentar guru, dan beri catatan dengan tandingan dan pertanyaan yang kamu miliki
Baca Juga: Guru Jadi Kunci Penyiapan Generasi Era 4.0
7. Ketika kamu bertemu gurumu, bawalah tugas asli dan salinan milikmu
Kerangka pertemuan itu sebagai diskusi, bukan serangkaian tuduhan. Tanyakan kepada gurumu bagaimana tugas dinilai jika rubrik tidak dibuat secara eksplisit untukmu. Lalu, baca penjelasanmu satu per satu, dan minta klarifikasi jika perlu.
8. Kamu dan gurumu bertemu satu sama lain.
Entah kamu meyakinkan gurumu bahwa kamu mendapat nilai yang berbeda, atau guru meyakinkanmu bahwa kamu pantas mendapatkan nilai tersebut, Apa pun hasilnya, berterima kasih kepada guru atas waktunya dalam menjelaskan nilaimu kepada kamu. Kamu mungkin juga bertanya apakah ada kemungkinan untuk mengikuti tes atau tugas ulang, karena sekarang kamu memiliki gagasan yang lebih baik tentang cara kerja penilaian.
Apa pun yang terjadi, lihat ini sebagai pengalaman belajar. Setelah percakapan ini, kamu akan memiliki gambaran yang lebih jelas tentang apa yang dicari gurumu dalam pekerjaan kamu. Pastikan untuk memenuhi harapan itu lain kali. Jika kamu mendekati gurumu dengan rasa hormat, gurumu kemungkinan besar akan menghargaimu setelah mengetahui kedewasaan intelektual dan emosionalmu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)