"Setiap malam aku harus mengevaluasi dan menerapkan materi yang diterima hari itu dan selalu latihan presentasi setiap saat," katanya, seperti dikutip dari laman ITB, Jumat (29/11/2019).
Hal tersebut dilakukan karena salah satu tantangan yang mereka hadapi adalah bersaing dengan 12.000 peserta yang memiliki kualitas cukup sulit.
Athalia berharap, aplikasi Hear Me bisa semakin berkembang di masa depan dengan modal yang telah didapat. Sehingga mereka dapat mewujudkan ide-ide mereka dan membantu para penyandang tuna rungu dalam berkomunikasi dengan orang normal.
Selain DSCX, Athalia dkk berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, seperti pada ajang Swiss Innovation Challenge mereka meraih peringkat kedua, juga Bandung Pitching Days memenangkan kategori Inovasi Terbaik.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)