Pasutri Ini Dikukuhkan Jadi Guru Besar di HUT Pernikahan ke-41

Rizqa Leony Putri, Jurnalis
Selasa 26 November 2019 17:21 WIB
Guru Besar UGM (Foto: Dok. UGM)
Share :

Kacang-kacangan merupakan bahan pangan nabati yang kaya protein dan lemak. Selain bermanfaat sebagai sumber protein, kacang-kacangan juga bermanfaat sebagai sumber kalori dan sumber asam lemak esensial.

“Indonesia kaya akan berbagai jenis kacang-kacangan, termasuk koro-koroan, tetapi sampai saat ini belum dimanfaatkan dengan optimal,”sebutnya.

Agnes memaparkan pemanfaatan yang belum optimal ini dikarenakan sejumlah alasan. Salah satunya, kulit koro pedang putih yang tebal dan keras yang menyulitkan proses penghilangan kulit. Selain itu, juga kandungan senyawa atau zat anti gizi HCN yang cukup tinggi menyebabkan kurang enak dimakan dan membahayakan tubuh.

Baca Juga: Guru Besar IPB: Stok Ikan Melimpah tapi Produksi Ikan Tuna Turun

“Pemanfaatannya masih belum optimal, padahal produktivitas koro pedang putih di tanah air rata-rata sebanyak 7 ton/ha dengan potensi hasil mencapai 12 ton/ha dan pupuk hijau yang dihasilkan sebanyak 40-50 ton/ha,” terangnya.

Agnes mengatakan penelitian koro pedang putih telah dilakukan secara intensif di Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian FTP UGM sejak tahun 2013. Berbagai penelitian dilakukan antara lain untuk menghilangkan senyawa racun HCN, menghilangkan bau langu tepung koro pedang putih, peningkatan kualitas gizi protein, kandungan serat pangan larut air dan pati resisten koro pedang putih.

Baca Juga: Hasil Penelitian, Lempung Aktif Alofan Bisa Atasi Pencemaran Air

“Dari hasil-hasil penelitian tersebut diketahui bahwa penghilangan senyawa HCN dan senyawa antigizi bisa dilakukan selama proses pengolahan koro pedang putih,” jelasnya.

Agnes menjelaskan koro pedang putih memiliki pengaruh yang baik bagi kesehatan dan dapat diolah menjadi beraneka produk olahan dengan kualitas dan kandungan protein yang baik. Dia berharap kedepan koro pedang putih ini dapat menggantikan berbagai olahan kedelai sehingga dapat menurunkan impor kedelai.

“Kini tinggal meyakinkan masyarakat untuk memperluas budi daya bermacam jenis koro dan menyosialisasikan produk olahan koro sehingga nantinya mampu menuutp kekurangan produk kedelai Indonesia,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya