JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kini memiliki Laboratorium Virtual Reality (VR). Laboratorium VR ITS itu pun telah dapat digunakan untuk aplikasi kesehatan dan pembangkit energi.
VR ITS yang diresmikan Menteri Riset dan Teknologi (Ristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro SE MUP PhD bersama Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng ini merupakan bagian dari puncak peringatan Dies Natalis ITS ke-59 di Graha Sepuluh Nopember ITS.
Baca Juga: Mahasiswa Ini Rancang Bendungan Tahan Gempa, Begini Penampakannya
Rektor yang kerap disapa Ashari tersebut mengungkapkan, jika di era disrupsi dan industri 4.0 saat ini, harus melakukan terobosan di bidang pendidikan yang salah satunya menambahkan unsur teknologi dalam pengajaran di kelas, seperti menggunakan alat bantu VR. Alat VR akan memberikan pengalaman audio visual yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
“Sehingga menjadi lebih interaktif dan imersif,” ungkap guru besar Teknik Elektro ITS ini, seperti dikutip Rabu (13/11/2019).
Pada kesempatan tersebut, terdapat empat VR yang dipamerkan dan beberapa di antaranya dijajal langsung oleh Ashari dan Bambang. Pertama adalah ITS VR-MED, aplikasi VR pada bidang medis dan kesehatan yang dapat menampilkan anatomi tubuh manusia secara detail. Sehingga dapat digunakan untuk pengajaran, simulator pembiusan, perencanaan operasi, dan lain sebagainya.
Selanjutnya adalah Power Plant VR yang dapat membantu para insinyur muda dalam belajar memahami cara kerja turbin dan peralatan pembangkit energi listrik. Mereka juga dapat mengunjungi pembangkit listrik, melihat peralatannya, dan mempelajari cara kerjanya secara VR saja. Sehingga segala resikonya juga dapat diminimalisir.
Baca Juga: Limbah Udang Disulap Jadi Filamen 3D Printing
Power Plan VR juga menyajikan cara penyampaian pengetahuan modern dan diharapkan siapapun dapat mempelajari banyak hal tentang pembangkit listrik secara audio visual dengan menggunakan teknologi gaming simulation tanpa perlu meninjau pembangkit listrik secara langsung.
Yang ketiga, juga terdapat VR Tour ITS Map, aplikasi berbasis VR yang menghadirkan tur digital kawasan kampus ITS. Sehingga selama tur digital, pengguna aplikasi dapat mengakses informasi mengenai berbagai bangunan di kawasan kampus ITS serta layanan-layanan yang ada di dalamnya secara imersif dan interaktif.
Menristek dan Kepala BRIN Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro ketika mencoba mengelilingi kampus ITS melalui alat Virtual Reality
Terakhir, terdapat VR Eco Sky Cars yang merupakan aplikasi VR yang mengangkat pengetahuan aneka mobil ramah lingkungan yang dikembangkan oleh ITS. Salah satunya mobil listrik supercar Lowo Ireng yang menjadi kebanggaan karena fitur kecepatannya dan bentuk mobil yang kekinian. Dengan berbagai pilihannya, pengendara dapat mengenali kampus ITS hanya dengan duduk saja, tanpa harus mengelilinginya.
Sementara itu, menteri yang baru saja dilantik tersebut juga menyatakan jika Laboratorium VR ITS dapat menjadi salah satu kekuatan peneliti Indonesia. “Mereka bisa melakukan penelitian atau eksplorasi tanpa harus benar-benar datang langsung ke tempatnya,” tutur mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional ini.
Terkadang akses ke pabrik atau industri juga terbatas bagi mahasiswa. Sehingga dengan adanya Laboratorium VR tersebut mahasiswa hanya cukup berada di kelas. “Harapannya, Laboratorium (VR) ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa dalam proses pembelajarannya,” pungkasnya di hadapan awak media.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)