Dinobatkan Guru Besar, Akademisi UB Temukan Ibu Kota Baru Terancam Defisit Air Baku

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 13 November 2019 15:42 WIB
Penobatan Guru Besar Universitas Brawijaya (Foto: Okezone.com/Avirista)
Share :

"Maka peran manajemen dan rekayasa sumber daya air mengatasi defisit sumber air baku di ibu kota negara baru perlu dioptimalkan," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tak menafikkan bila kebutuhan air baku di ibu kota negara baru perlu ditambah.

"Papernya Pak Pitoyo, berisi berapa kebutuhan air ibu kota. Bisa jadi referensi kami kalau kebutuhan demand-nya ada, jadi berapa supply yang harus kami siapkan," papar Basuki.

 

Oleh karena itu, pemerintah berhati - hati untuk menentukan konsep di ibu kota negara baru. Supaya konsep ibu kota negara baru nanti bisa menjadi kota yang ramah lingkungan.

"Kita ingin bangun smart metropolis. Kita ingin membangun ibu kota negara menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara," lanjutnya.

Basuki juga tak menampik bila ketersediaan air baku menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dan keberlangsungan pemindahan ibu kota negara baru.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya