Dwi pun memaparkan, kolaborasi yang dimaksud adalah pelibatan beberapa instrumen penting, yakni akademisi dengan riset-risetnya, pengelola bisnis, serta pemerintah yang mengatur kebijakannya. Dengan begitu, kolaborasi menjadi pondasi awal menuju Indonesia Society 5.0.
"Dari ketiga hal itu, peranan goverment sangat penting. Maka nya yang terpenting untuk menuju Society 5.0 itu di awalnya kita berkolaborasi antara akademisi, bisnis, dan government," terangnya.
Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi UT, Ali Muktiyanto, menyebutkan, hasil seminar ini diharapkan mampu mendorong peserta dari akademisi, praktisi dan mahasiswa untuk saling memberikan kontribusi pemikiran secara luas menyongsong Society 5.0. Nantinya, kajian itu akan diserahkan kepada pemerintah sebagai rujukan untuk ditindaklanjuti.
"Kita berharap, hasil dari seminar ini akan kita kirimkan ke pihak-pihak yang terkait untuk menjadi bahan pertimbangan. Bahwa memang ini adalah keniscayaan, kalau kita tidak (menyiapkannya) kita akan terdistrupsi. Jika tidak mengantisipasinya, kita akan ketinggalan, kita akan kalah," ucapnya. (adv)
(Risna Nur Rahayu)