JAKARTA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ghozi Nashiruddin berhasil menyulap limbah ampas pati aren dan kulit hewan udang-udangan (Crustacea) menjadi menjadi biodegradable filamen untuk keperluan 3D printing.
Baca Juga: Kuliah Sambil Bisnis Travel, Alvan Raih Omzet Ratusan Juta
Mahasiswa Departemen Teknik Material ITS ini mengungkapkan, Indonesia dikaruniai keberanekaragaman Sumber Daya Alam (SDA) material alami. Yang disayangkan olehnya, terkadang, SDA ini tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Contohnya limbah ampas pati aren dan kulit hewan udang-udangan yang justru menjadi limbah pencemar lingkungan,” terangnya dikutip dari laman resmi ITS, Rabu (16/10/2019).
Baca Juga: Dear Mahasiswa, Sudah Tahu soal Disrupsi?
Ampas pati aren memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi yaitu sebesar 76,35 persen dari beratnya. Selulosa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan polimer alam dalam bentuk Poli Asam Laktat (PLA).