Menurut Rifqi, dari segi percepatan mobil ini juga mengalami perbaikan. Dibanding mobil generasi sebelumnya percepatan mobil ini dapat dibilang diperlambat karena dengan begitu kecepatan yang dihasilkan Spectronics AS menjadi lebih konstan.
Yang lebih menarik dari mobil ini adalah emisi yang dihasilkan. Tak seperti mobil pada umumnya, mobil rakitan mahasiswa ITS ini hanya mengeluarkan emisi berupa air dan oksigen sehingga membuat mobil ini menjadi mobil yang sangat ramah lingkungan.
Terlepas dari segala keunggulan tersebut ada tantangan yang menanti di Chemeca tahun ini. Tantangan tersebut adalah perbedaan suhu antara Indonesia dan Australia yang sangat signifikan berpotensi memengaruhi reaksi kimia dari Spectronics AS ini.
Untuk mengatasi hal tersebut, Spectronics AS telah dilengkapi termo controller untuk mengatur suhu reaktor agar bisa menyesuaikan kondisi suhu di Australia. Namun, masih ada tantangan lain yang membuat Rifqi khawatif. Mahasiswa angkatan 2016 ini menginformasikan kepada kru ITS Online, jika kali ini mereka akan menghadapi saingan yang berat, yaitu tim dari King Fahd University of Petroleum and Minerals, Saudi Arabia.
(Rani Hardjanti)