Gandeng Pupuk Kaltim dan PTPN, IPB Wujudkan Pertanian 4.0

Feby Novalius, Jurnalis
Senin 22 April 2019 16:35 WIB
IPB (Foto: Dok. IPB)
Share :

Menurut Prof Kudang Boro Seminar yang juga Dekan Fateta IPB, hasil uji Demplot akan memperoleh bukti riset dan eksperimental kinerja, serta aplikabilitas dari Precipalm sebagai alternatif dan inovasi baru dalam melakukan analisis hara dan rekomendasi pupuk yang bervariasi berdasarkan keragaman kandungan hara di suatu lahan perkebunan sawit.

Sistem aplikasi penentuan peta hara kelapa sawit berbasis analisa citra Satelit Sentinel dan citra Drone dapat dibangun. Sistem ini diharapkan menjadi salah satu alternatif solusi sistem pendugaan hara dan rekomendasi pupuk pada kebun kelapa sawit berbasis pertanian presisi dan real-time data analytic.

Arif Satria menyatakan bahwa sistem ini merupakan sebagian karakteristik dari agroindustri 4.0 dengan pemanfatan sensing devices, drones, satelites, dan IoT. Penggabungan antara Satelite dan Drone untuk saling mengoptimalkan fungsi sistem ketika berhadapan dengan kendala tutupan awan (untuk satelite) dan luasan tangkap image yang terbatas (untuk Drone).

Hal ini merupakan bagian dari manifestasi perbaikan bisnis proses pemupukan yang biayanya mendominasi proses produksi sawit (kurang lebih 60%) dari keseluruhan biaya produksi sawit. Contoh komponen biaya pemupukan yaitu pada uji laboratorium yang memakan waktu analisis 7 hari sampai 6 bulan dan tergantung pada kelengkapan sarana laboratorium. Bagi perkebunan yang tidak memiliki sarana laboratorium tentu menjadi kendala resiko biaya, penurunan kualitas dan kerusakan sampel ketika dalam perjalanan.

“Bila uji coba ini berhasil maka Precipalm akan diterapkan di seluruh perkebunan PTPN di Indonesia,” ujarnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya