Pelaksanaan ujian nasional, tak ada kendala meski masih memakai sistem di luar jaringan (luring). Setelah UN, siswa masih harus mengikuti satu ujian lagi yakni Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) yang digelar pada 15-16 April sesuai jurusan masing-masing.
Hal yang sama juga terjadi SMAN 1 Siberut Utara meski sudah ada komputer dan jaringan internet namun tidak memadai, jumlah komputer yang belum cukup dan jaringan internet yang masih lelet. Di SMAN 1 Siberut Utara, Kecamatan Siberut Utara peserta UN sebanyak 141 orang terdiri dari jurusan IPA sebanyak 59 siswa dan IPS sebanyak 82 orang. Sekolah ini masih menerapkan UN berbasis kertas dan pensil (UNKP).
"Kita masih menggunakan kertas dan pensil," kata Kepala SMAN 1 Siberut Utara, Paulus Sikaraja hari ini.
Ketua Panitia Ujian Nasional Sumatera Barat Bustavidia mengatakan adapun daerah yang masih melaksanakan Ujian Berbasis Nasional Kertas dan Pencil (UNKP), seperti di Kepulauan Mentawai, Kabupaten Solok, dan beberapa daerah lainnya yang masih terkendala soal sinyal internet dan jaringan listrik.
“Untuk UN SMA yang melaksanakan kertas dan pensil dilaksanakan di 12 SMA negeri dan swasta dengan peserta 756 orang. UNKP MA di 3 sekolah swasta pesertanya 61 orang. SMALB ada 12 sekolah negeri dan swasta pesertanya 30 orang. Untuk SMK ada 3 sekolah negeri dan pesertanya 110 orang," terangnya.