JAKARTA - Ditenggarai, 50% dari angka kesakitan di Indonesia saat inipun terkait dengan polusi udara. Jumlah penyakit yang terkait dengan kasus pencemaran udara telah diprediksi lebih tinggi dan lebih parah.
Hal ini dikatakan oleh Guru BesarTetap Bidang Ilmu Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM UI), Prof. Dr. R. Budi Haryanto, SKM., M.Kes, M.Sc. pada Pidato Pengukuhannya sebagai Guru Besar yang berjudul “Perubahan Iklim dan Polusi Udara di Indonesia: Dampak Kesehatan dan Strategi Pengendaliannya”, di Balai Sidang UI, Depok.
“Hal ini karena sumber pencemaran udara, permintaan energi, diproyeksikan akan meningkat tajam hingga tahun 2050,” kata Prof. Budi, seperti dikutip dari keterangan tertulis UI, Senin (25/3/2019).
Baca Juga: Angka Kematian Neonatal di Indonesia Menurun
Karena itu, pencegahan dan pengendalian polusi udara pada sumber pencemarannya setidaknya dapat dilakukan. Beberapa hal yang dapat dilakukan, menurut Prof. Budi, misalnya memperbaiki kualitas bahan bakar, meningkatkan teknologi mesin kendaraan bermotor, prasarana infrastruktur, dan manajemen transportasi.