BANDUNG - Otomatisasi, internet of things, artificial intelligence, dan human machine yang identik dengan revolusi industri 4.0 tidak akan mampu membunuh kreatifitas dan seni yang ada di dalam diri manusia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ismunandar pada keterangan tertulis, Jakarta, (13/3/2019).
Ismunandar berpesan kepada alumni ISBI untuk terus bersinergi dengan almamater untuk melahirkan industri kreatif dan seni agar berdaya guna serta bernilai tambah, demi mewujudkan program pemerintah mendorong pemajuan kebudayaan dan menciptakan lapangan kerja kreatif.
“Prioritas nasional berkaitan dengan revolusi industri 4.0 sebenarnya berkaitan dengan otomatisasi. Namun, semuanya seolah tidak berkaitan dengan seni, padahal ada di semua lini pekerjaan (kesenian) ini. Seperti desain, kreativitas, dan sebagainya itu sangat dibutuhkan. Kreativitas dan seni itu sesuatu yang tidak bisa diotomatisasi,” terangnya.
Baca Juga: Santri Ciptakan Motif Batik Baru di Kain Sepanjang 1 KM