Mengenal Kredit Pendidikan di Indonesia, Apa Syarat dan Ketentuannya?

, Jurnalis
Sabtu 19 Januari 2019 07:36 WIB
Milenial (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Kebutuhan akan pendidikan saat ini sudah tak ubahnya seperti kegiatan makan dan minum. Tanpa pendidikan, kehidupan bisa secara perlahan hancur atau bahkan binasa. Maka tak aneh jika sekarang banyak perusahaan yang menyediakan fasilitas berupa beasiswa untuk memberikan pendidikan secara gratis.

Berdasarkan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 1989, pendidikan dilaksanakan dalam bentuk bimbingan, pengajaran, dan latihan. Pendidikan sendiri terbagi menjadi pendidikan formal dan tidak formal. Setiap orang tua pasti menginginkan pendidikan setinggi-tingginya untuk anak. Karena tidak dapat dipungkiri, pendidikan adalah sarana terbaik dalam membentuk generasi berkualitas di segala bidang.

Apalagi zaman kini selalu berubah-ubah, jadi mau tak mau pendidikan wajib diemban setiap anak agar tidak tertinggal oleh persaingan global. Pendidikan pun dapat bermanfaat bagi seseorang yang ingin memperdalam suatu disiplin ilmu yang disukainya. Kali ini CekAja.com mengulas mengenai kredit pendidikan di Indonesia. Simak Ulasannya.

Baca Juga: Temui Sekjen PBB, Anak-Anak Muda Ini Incar USD10 Juta untuk Pendanaan Pendidikan Global

Pengertian Kredit Pendidikan

Jalan keluar dari segala problematika di atas tentunya saja menabung. Tapi menabung dengan cara seperti apa dulu? Harus dimulai sejak dini, bila perlu saat anak masih balita.

Masalahnya, tidak semua orang memprioritaskan hal tersebut dari jauh-jauh hari. Jika keadaan sudah ‘kepepet’, sementara tabungan tidak memadai, kredit pendidikan bisa menjadi solusi lain yang cukup menjanjikan.

Wacana penerapan program pinjaman dana pendidikan atau student loan ini secara resmi telah dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Maret 2018 lalu. Beberapa bank di Indonesia, seperti BRI, BNI, dan BTN pun akan turut merealisasikannya.

Pengamat ekonomi sekaligus Dosen Universitas Gadjah Mada Didi Achyari mengatakan, kredit pendidikan jika menyasar pangsa pasar serta regulasi yang jelas dapat menjadi salah satu cara untuk memberi akses kepada mereka yang terancam keterbatasan biaya untuk menikmati bangku perguruan tinggi.

Dengan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi, kesempatan bekerja menjadi seorang professional pun akan terbuka luas. Sehingga target jangka panjangnya, program ini kelak mampu meretas kemiskinan.

Pinjaman dana pendidikan biasanya diberikan oleh negara baik dari bank/lembaga keuangan swasta maupun badan usaha non-bank lainnya. Karena ditujukan untuk memperbaiki taraf pendidikan di dalam negeri, umumnya skema bunga pinjaman pendidikan cenderung rendah dengan jangka waktu pembayaran yang cukup panjang.

Beberapa kredit pendidikan mewajibkan debitur untuk melunasinya sebelum lulus, namun ada juga yang memberikan jangka waktu hingga debitur lulus dan memiliki penghasilan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya