Dirinya menjelaskan hal tersebut disebabkan karena persoalan institusional, kultural, legal-formal, hingga struktural.
Firman mengatakan perlu serius membangun partai dan melembagakannya dengan sebaik-baiknya. Pendidikan politik harus menjadi prioritas agar tercipta nilai-nilai budaya politik yang kompatibel dengan demokrasi, selain penciptaan dan penguatan civil society untuk berperan secara kritis mengawasi eksistensi partai.
Dia juga mengatakan perlu membangun seperangkat aturan main yang benar-benar dapat mendorong partai untuk memainkan perannya sebagai penyalur aspirasi rakyat dan kontrol terhadap pemerintah.
"Dan yang terakhir adalah perbaikan sistem kepartaian yang diharapkan dapat mengarah pada terciptanya partai-partai modern yang siap mendukung penguatan demokrasi di Indonesia," katanya.
(Rani Hardjanti)