"Pemerintah juga perlu memprioritaskan penelitian-penelitian dan alokasi dana penelitian untuk menemukan obat antiinfeksi. Tidak hanya antiinfeksi oleh bakteri patogen, akan tetapi juga antiinfeksi yang disebabkan oleh organisme lainnya seperti malaria, tuberculosis ataupun infeksi yang disebabkan oleh virus," lanjutnya.
Sedangkan Eko Tri Sumarnadi Agustinus mengungkapkan perlunya rekayasa benefisiasi mineral untuk mineral bukan logam dan batuan marginal.
Baca Juga: "Industri RI Tak Cuma Tukang Jahit, Ada Juga Pelopor"
"Rekayasa benefisiasi bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah terutama mineral bukan logam dan batuan marginal, termasuk diantaranya mineral ikutan produk pertambangan, material buangan atau limbah industri yang dipandang sudah tidak ada manfaatnya lagi," ujar Eko.
Eko menjelaskan rekayasa benefisiasi juga diharapkan dapat menghasilkan produk jadi yang dapat digunakan di berbagai bidang. "Misalnya untuk baju antipeluru, media tanaman, bantalan rel, sampai dinding beton geopolymer untuk partisi".
Sementara, Firman Noor mengatakan persoalan partai politik dalam kehidupan demokrasi di era reformasi. "Di awal reformasi harapan dan optimisme untuk mendapatkan kehidupan demokrasi yang lebih baik, dengan partai sebagai pilar utamanya terasa menguat. Namun ternyata peran partai hingga kini belum seutuhnya efektif".