“Kerja bakti dilakukan setiap hari Minggu dengan mengecat tugu, toko-toko, makam, tembok-tembok rumah yang bermotif macam-macam, serta pengecatan hiasan seperti tampah dan camping yang bertuliskan I love Kendangsari, Kendangsari Penuh Warna, dan Kampung Pelangi Kendangsari,” ujar Elida yang dikutip Okezone dari website Unair, Selasa (9/10/2018)
Lanjutnya, Elida menjelaskan tahap ketiga yaitu penguatan ide kreatif. “FKp bermitra dengan instansi terkait seperti Dinas Kebersihan Kota Surabaya yang membantu donasi tanaman hias dan pupuk kompos, Bank Sampah Surabaya yang membantu mengelola sampah, kerjasama dengan UKM untuk pelatihan batik celup Chibori, dan perusahaan cat,” ucapnya.
Kemudian tahap keempat, penentuan ruang atau basis yaitu berada di rumah warga untuk berkoordinasi agar mendapatkan tempat untuk pertemuan dengan warga membahas rintisan kampung pelangi ke depan dan tahap yang kelima itu evaluasi. Yang kedepannya kampung pelangi akan dikelola secara mandiri oleh masyarakat Kendangsari.
Elida berharap, kegiatan ini sebagai inisiasi menuju kampung kreatif, salah satunya seperti kampung warna-warni Jodipan Malang dan ekonomi warga pun terangkat karena potensi Batik Chibori.