“Alat ini dilengkapi fitur android, riwayat hasil pengukuran kontraksi yang dapat tersimpan secara otomatis dan datanya tercatat dalam bentuk digital sehingga dapat memudahkan dalam melakukan analisa kesehatan jika terjadi kelainan pada kontraksi ibu hamil," ujarnya,
Dari segi sosial dan ekonomi dibandingkan dengan alat pengukuran kontraksi rahim yang telah dipasarkan yaitu kardiotokografi (CTG) dikatakannya alat ini lebih terjangkau serta dengan alat ini bidan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan.
Kemudian setelah melalui monitoring evaluasi (monev) atau seleksi nasional proposal, Rendy dan tim diundang untuk tampil di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 31 di UNY, Yogyakarta pada (28/8 – 3/9) dan pada lomba Pekan Elektro Universitas Andalas alat ini mendapat juara Best Performance.
(Rani Hardjanti)