Dikatakannya sistem kerja alat dengan cara pemasangan sensor pada sabuk yang ditempatkan di pusar ibu hamil. Nantinya alat pendeteksi kontraksi digital pada rahim ibu memberikan perhitungan yang akurat, efektif, mudah dan portable.
“Maka nilai yang terbaca oleh sensor dapat ditampilkan melalui android atau bahkan bisa diakses dengan internet,” jelasnya seperti dikutip Okezone dalam situs Unand, Jakarta, Rabu (15/8/2018).
Dijelaskannya tampilan selamat datang pada monitor, dan silakan pilih menu di bawah ini, apakah kontraksi, data kontraksi tersimpan atau darurat. Itulah tampilan awal pada alat pendeteksi kontraksi rahim. Menurutnya alat ini lebih diprioritaskan kepada bidan, sebab bidan adalah profesi yang memiliki peranan paling besar dalam proses persalinan di Indonesia untuk saat ini.
“Berdasarkan informasi dari pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan RI, penolong persalinan terbanyak saat ini dilakukan oleh bidan yakni 68,6 persen. Sedangkan dibantu oleh dokter hanya 18,5% sisanya tenaga non-media dan bahkan ada yang tanpa penolong,” ujarnya Siti Zahirah.
Dijelaskannya dalam menolong persalinan hal yang paling terpenting adalah pengukuran kontraksi rahim melalui pengukuran kontraksi tersebut, bidan dapat memahami dan mengevaluasi kemajuan persalinan serta mengetahui dari awal masalah dalam persalinan.