"Komunikasinya kapal ini bisa bergerak sendiri, dan bisa saling berkomunikasi antar kapal," tutur dia.
Dia mengatakan, komunikasi antar kapal ini bisa bertindak membuat formasi, apabila terjadi kasus di lapangan. Misalnya kapal asing masuk, kapal akan memberikan peringatan, atau mengepung melakukan pertahanan.
"Kapal ini dirancang bisa dilengkapi dengan alat pelindung, kalau dalam ukuran besarnya bisa dipasang alat pertahanan seperti rudal atau lainnya," ujar Ahmad.
Menurut dia, latar belakang inovasi ini tercipta karena maraknya pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal asing diperairan Indonesia. Selain itu, banyaknya jalur tikus di perairan Indonesia mengisiasi terciptanya inovasi tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa IPB Jadi Founder Program Pertukaran Pelajar Internasional