Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando memahami pentingnya peran literasi untuk kesejahteraan, oleh karenanya perpustakaan harus melakukan transformasi layanan berbasis inklusi sosial.
"Transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan," paparnya.
Di lokasi yang sama, Pegiat Literasi dan Pustaka Bergerak Indonesia Nirwan A Arsuka mengatakan, penguatan literasi penting dilakukan dengan beberapa hal salah satunya dengan penguatan masyarakat madani, perbanyak armada pustaka bergerak untuk menjangkan seluruh warga sekaligus peningkatan jumlah dan mutu buku yang diedarkan ke penjuru Indonesia.
"Sembako yang bagus mungkin bisa mengenyangkan masyarakat selama seminggu, tapi buku yang bermutu bisa mengenyangkan sekaligus membuat mereka kaya raya dan berdaulat semur hidup," tuturnya.
(Susi Fatimah)