Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perpustakaan Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia

Koran SINDO , Jurnalis-Jum'at, 15 Maret 2019 |11:59 WIB
Perpustakaan Indonesia Terbanyak Kedua di Dunia
Perpustakaan (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA – Jumlah infrastruktur perpustakaan Indonesia ternyata sangat besar bahkan terbanyak kedua di dunia setelah India. Namun, sayangnya hal itu tidak dibarengi oleh tingginya minat baca masyarakat. Kini pemerintah sedang berupaya untuk mendorong budaya baca lewat pembentukan aplikasi elektronik perpustakaan, peningkatan digitalisasi buku, hingga sinergitas KTP dengan akses ke perpustakaan.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengungkapkan, jumlah perpustakaan di Indonesia 164.610 buah. Hal ini menempatkan Indonesia berada di posisi kedua perpustakaan terbanyak di dunia. Urutan pertama ditempati India dengan 323.605 perpustakaan.

Negara dengan infrastruktur perpustakaan terbanyak ketiga adalah Rusia dengan 113.440 dan China di urutan ke empat dengan 105.831 perpustakaan. Muhammad menyampaikan, mandatori untuk mendirikan kelembagaan perpustakaan di provinsi dan kabupaten kota itu baru dimulai setelah ada UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Lalu setelah itu pun harus menunggu PP 18/2016. Jika jumlah perpustakaan di Indonesia banyak maka bagaimana tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan. Dia menjawab bahwa yang harus menjadi catatan penting ialah sejauh mana perpustakaan tersebut bisa memberi akses kepada masyarakat.

Baca Juga: Kepala Perpusnas: Literasi Bukan Sekedar Membaca

Misalnya dengan menggunakan teknologi, Perpustakaan Nasional memiliki aplikasi elektronik perpustakaan di mana masyarakat yang tidak berminat menjadi anggota tetap bisa membaca buku koleksi Perpustakaan Nasional melalui telepon genggamnya.

Muhammad menjelaskan, saat ini aplikasi tersebut sudah bisa diinstal oleh masyarakat yang langsung bisa mengakses 600.000 kopi buku yang sudah didigitalisasikan. “Dan aplikasi ini yang menempatkan Perpustakaan Nasional di Indonesia sebagai satu-satunya negara di dunia yang sudah menerapkan digital recognition,” ungkapnya.

Langkah kedua agar seluruh masyarakat bisa mengakses koleksi buku ialah dengan mengajukan ke Kementerian Dalam Negeri agar ke depan setiap masyarakat yang mempunyai KTP bisa langsung koneksi ke perpustakaan. Harapan sinergitas KTP ini, katanya, tentu bisa diawali di Perpustakaan Nasional, sehingga begitu pengunjung menunjukkan NIK-nya maka dia pun bisa langsung terkoneksi.

Dengan teknologi ini, masyarakat tidak perlu datang ke perpustakaan untuk membaca, tetapi dia bisa mengakses koleksi e-book ataupun e-journal yang dimiliki Perpustakaan Nasional melalui aplikasi Indonesia One Search yang dikelola Perpustakaan Nasional.

“Jadi sekarang ada pilihan ke masyarakat. Dia mau gunakan HP yang ada untuk habiskan waktu, energi, biaya, dan pulsa hanya untuk (mengakses) medsos atau mau pintar. Negara berubah karena literasi. Dan yang membedakan antara negara maju dan terbelakang ialah kegemaran membaca.

perpus

Sementara perpustakaan menjadi institusi universal yang bisa memfasilitasi orang untuk berkembang,” jelasnya. Deputi Bidang Pengembangan Badan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Ofy Sofiana menerangkan, koleksi buku di Perpustakaan Nasional hingga saat ini mencapai 5 juta judul, lalu ditambah lagi ada 2 miliar artikel dari semua bidang ilmu yang bisa diakses dan ada 27.000 judul ebook yang juga bisa diakses langsung oleh masyarakat.

Mendagri Tjahjo Kumolo menjelaskan, tahun 2019 ini Presiden Joko Widodo mencanangkan program prioritas pembangunan kualitas SDM. Salah satu dampak yang ingin dicapai ialah untuk membangun kegemaran masyarakat Indonesia akan budaya membaca.

Dia pun mendukung target dari Perpustakaan Nasional yang ingin minimal di setiap desa ataupun tingkat ke amatan dan kabupaten kota mempunyai perpustakaan. “Hasil rakor ini akan dibawakan ke Presiden. Setidaknya di internal kami akan buat regulasi.

Minimal kabupaten kota (bisa) menganggarkan ada unit perpustakaan yang bisa menggerakkan masyarakat atau mengorganisasi untuk gemar membaca dan juga bisa menambah ilmu pengetahuan,” katanya.

Dalam sambutan, Mendagri menyampaikan bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam upaya mewujudkan SDM yang berkualitas, mandiri, dan mampu berdaya saing di era global. Salah satu peran penting tersebut ialah membangun ekosistem masyarakat berpengetahuan (knowledge based society).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement