“Saya senang sekali bisa diberi kesempatan mengunjungi Indonesia, bisa melihat sawah Indonesia dan merasakan nasi di Indonesia,” ucap Uchiyama.
Sedangkan praktisi asal Indonesia Dedi mulyadi mengatakan, kebutuhan pangsa pasar untuk padi jenis organik dinilai cukup tinggi. Meski demikian, tidak mudah untuk dirinya mengajak petani di desanya untuk menanam padi jenis ini. "Banyak petani di desa yang awalnya menolak mentah-mentah mengikuti ide tersebut."
Namun Dedi tidak patah semangat dan membuat program andalan yakni “satu petak satu keluarga”, artinya dia mengajak satu keluarga menanam satu petak padi organik bukan untuk dijual melainkan untuk kebutuhan keluarganya sendiri. Pendekatan itu dinilai cukup efektif.
Ia mempunyai visi menghasilkan pertanian organik dan budidaya ramah ligkungan, Dedi juga telah melewati metaforsis kemasan dari hanya dengan menggunakan kertas untuk label nama hingga mempunyai kemasan yang sudah layak jual. Pemerintah setempat juga sangat mendukung pegembangan padi organic ini.
(Kemas Irawan Nurrachman)