"Dari dulu sampai sekarang kondisi bangunan ini masih sama. Masih dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Ruangan ini diperbaiki dengan bahan seadanya," ujarnya.
Taufik memaparkan, dalam ruangan reyot itu banyak kayu-kayu yang menyengkang tiang agar bangunan bisa tetap tegak dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Meski saat ini ada ruangan lain, lanjut Taufik, namun tetap saja tidak cukup digunakan untuk ruang kelas. Karena ruangan lainnya pun ada yang disekat untuk digunakan dua kelas sekaligus.
Melihat kondisi yang miris ini, Taufik berharap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi bisa menganggarkan pembangunan gedung baru di sekolah tersebut. Paling tidak merehab ruangan yang sudah reyot tersebut.
"Kita berharap ini ada perhatian. Supaya bangunan reyot tersebut bisa layak digunakan sebagai ruang kelas untuk anak-anak penerus bangsa kita," harap Taufik.
(Susi Fatimah)