JAKARTA – Melalui aplikasi ‘Volcanosmart’, tim yang terdiri dari mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Invention and Innovative Competition (InIIC) Series 2 yang diselenggarakan di Copthorne Hotel, Cameron Highland Brinchang, Pahang, Malaysia.
Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh kesadaran anggota tim, Yonatan Yolius Anggara dan Endar Tri Pambudi terhadap kondisi alam Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi aktif dan bisa erupsi sewaktu-waktu.
“Karya tersebut mendapat apresiasi dari juri karena memiliki kebermanfaatan yang tinggi untuk mengantisipasi banyaknya korban saat erupsi gunungapi terutama di Indonesia yang memiliki rangkaian gunungapi aktif terbanyak di dunia,” ungkap Endar, seperti dilansir dari laman UNY, Kamis (28/12/2017).
Volcanosmart: Pre-Disaster Mitigation Volcano Eruption Android App dirancang sebagai sensor yang mampu mendeteksi tanda-tanda erupsi gunung api menggunakan parameter temperatur udara dan temperatur permukaan lahan yang dapat digunakan masyarakat secara gratis.
(Baca juga: Anak Muda, Terapkan 3 Hal Ini agar Kariermu Tetap Cemerlang)
Endar berharap, perjuangan Volcanosmart tidak berhenti pada panggung kompetisi. Ke depan, ia menginginkan inovasinya mendapat hak paten dan kesempatan untuk diaplikasikan ke masyarakat.
“Tindaklanjut dari kegiatan ini adalah akan diupayakan hak paten untuk alat sensor Volcansmart dan akan dilakukan kerjasama dengan institusi terkait dalam hal mitigasi bencana di sekitar gunungapi di Indonesia,”
InIIC merupakan ajang tahunan yang menuntut produk inovatif, hemat biaya, dan bermanfaat bagi masyarakat dengan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu sebagai peserta. Ajang yang mengangkat tema ‘Creative Innovation for Without Boundaries’ ini melibatkan sebanyak 150 tim dari berbagai negara seperti Malaysia, Indonesia, Singapura dan Thailand.
(Susi Fatimah)