SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dipercaya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2017 yang diikuti 77 tim dari 43 perguruan tinggi se-Indonesia.
Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemristekdikti Didin Wahidin usai membuka KMHE 2017 di Sirkuit Kenpark Surabaya mengatakan tujuan utama kontes ini adalah untuk saling belajar dan bertukar ilmu antarperguruan tinggi.
"Sehingga, kualitas pembelajaran yang terkait dengan otomotif itu tidak terlalu jomplang antarsatu bagian Indonesia dengan bagian lain. Harapannya seperti itu," kata Didin, baru-baru ini.
Dia melanjutkan pada kontes hemat energi, pihaknya ingin membangun kesadaran bagi penggemar otomotif untuk ikut melestarikan sumber daya alam. Kompetisi ini juga bagian dari upaya membangun solidaritas perguruan tinggi.
"Karena ini bukan kompetisi hari ini untuk hari ini, tapi besok ada kompetisi lebih luas di level internasional, maka ini adalah upaya membangun solidaritas antarsesama anak bangsa agar bisa bersaing di tingkat internasional," ujarnya.
Didin menjelaskan, setelah muncul solidaritas, efek lain yang muncul adalah terbangunnya kepercayaan diri bagi anak-anak bangsa. Dengan begitu, mereka tidak minder ketika harus bersaing dengan bangsa-bangsa lain dan bisa menang. "Contohnya sudah ada. UPI juara di level internasional. ITS juga juara beberapa waktu lalu," tuturnya.
Disinggung masalah pengembangan kreatifitas mahasiswa, Didin mengaku belum memiliki wahana karena baru lomba-lomba seperti ini. Dia mengatakan, kelemahan itu tercermin dari kurangnya menghargai hak cipta, apresiasi belum tinggi, serta minimnya peran pemodal untuk membiayai kegiatan lomba.