Dia mengungkapkan, ide awal pembuatan styrofoam dari jeruk ini saat dirinya membaca artikel-artikel luar negeri di internet tentang manfaat kulit jeruk yang salah satunya mengandung limonel.
"Kesulitan karena penelitian ini sudah banyak di luar negeri tapi di Indonesia belum ada jadi susah mencari literaturnya, komposisi, dan alat-alatnya. Harus mencoba banyak cara sampai akhirnya mendapat cara. Dibutuhkan usaha lebih banyak lagi, terutama untuk literatur," tuturnya.
Dia berharap dengan inovasinya ini, pembuatan interior ke depan bisa lebih ramah lingkungan, dan bisa memanfaatkan sampah-sampah serta tidak membahayakan alam.
(Susi Fatimah)