"Kita dengan mereka (orang Madagaskar) itu adalah saudara. Bahasa orang Malagasi yang tinggal di Madagaskar itu 90 persen sama dengan orang Dayak Maanyan. Ditemukan juga bahasa Jawa, Bugis pada orang Malagasi," tuturnya.
Intinya, lanjut Herawati, penelitiannya tersebut berhubungan erat antara unsur genetik manusia dan DNA manusia dengan penyakit yang diderita oleh manusia itu. Ia juga mengemukakan bahwa penelitiannya bisa menunjukkan bahwa setiap manusia itu rupanya tidak murni dari suatu daerah tertentu, namun darah DNA itu bisa tercampur dari daerah lain hingga ke luar negeri.
Selain masuk dalam Ikon 72 Prestasi Indonesia, Herawati juga meraih berbagai penghargaan antara lain Australian Alumni Award of Scientific and Research Inovation (2008), Wing Kehormatan Kedokteran Kepolisian (2007), Penerima Riset Unggulan Terpadu (1993-1996), Thrid Word Academy of Science Award (1992), dan Toray Foundation Research Award (1991-1992).
(Susi Fatimah)