JAKARTA - Sebanyak 101.906 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017. Namun berdasarkan seleksi sebelumnya, tidak semua peserta yang lolos melanjutkan ke tahap verifikasi atau daftar ulang di kampus tempat mereka diterima.
Berpalingnya peserta yang lolos jalur undangan tersebut dapat menyebabkan sejumlah bangku di PTN kosong. Meski begitu, mantan Ketua Panitia SNMPTN 2016, Rochmat Wahab mengungkapkan, mereka tidak bisa diberi sanksi khusus lantaran itu merupakan pilihan setiap siswa.
"Tidak harus ada hukuman secara tertulis. Dulu pernah ada yang satu sekolah diterima SNMPTN enam siswa, tetapi yang akhirnya mengambil hanya satu. Ya akhirnya tahun depan berarti kuota dikurangi, kasihan lainnya," paparnya dihubungi Okezone, baru-baru ini.
Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menyebut, memberikan sanksi berlebihan kepada calon mahasiswa yang tidak daftar ulang hanya akan menimbulkan masalah. Mereka bisa menuntut karena itu merupakan hak.
"Tidak ada dasar memberikan sanksi yang berlebihan," ucapnya.
Sementara untuk mengatasi masalah bangku kosong di PTN, lanjut dia, bisa diatasi dengan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan jalur mandiri.
"Masih ada jalur tes dan mandiri, jadi bangku tersebut masih bisa diisi oleh siswa yang memang berminat dan lulus ujian," pungkasnya.
(Susi Fatimah)