Setelah dilakukan analisis terhadap ekstrak etanol tersebut, terindikasi bahwa ekstrak etanol kulit jabon merah dan daun kina ledger memiliki senyawa-senyawa yang diduga memiliki kemampuan antidiabetes.
"Penelitian yang saya lakukan, terutama kayu bidara laut untuk obat malaria, masih bersifat eksploratif dan masih dalam skala laboratorium secara in vitro. Penelitian berikutnya masih dalam skala laboratorium tetapi secara in vivo. Setelah itu baru dilanjutkan untuk scaling up," terangnya.
Menurutnya, penelitian ini sangat mungkin diaplikasikan dalam skala besar. Namun, untuk produksi massal diperlukan kerjasama dengan lembaga lain yang mempunyai kompetensi dalam pembuatan seperti bio-farmaka, fakultas farmasi, atau dengan pabrik obat.
"Bahan baku tersebut relatif mudah didapatkan, kecuali bidara laut sudah jarang ditemui sehingga bila dilakukan scaling up terhadap obat antimalaria dari pohon tersebut diperlukan budidaya agar dapat memenuhi suplai bahan baku," pungkasnya.
Atas inovasinya tersebut, Prof. Wasrin terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan dari '108 Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2016'.
(Susi Fatimah)