Selain menemukan zat antikanker dalam kayu surian dan kayu suren, Prof. Wasrin juga melakukan penelitian untuk menemukan zat antimalaria pada kayu bidara laut (Strychnos ligustrina). Kayu tersebut berasal dari Nusa Tenggara Barat dan biasa digunakan masyarakat setempat sebagai obat tradisional.
"Penelitian ini sangat penting karena persediaan obat malaria masih sangat sedikit di Indonesia, terlebih lagi penyakit malaria merupakan masalah besar di Indonesia yang perlu segera ditangani," jelasnya.
Hasil ekstraksi tersebut diketahui kayu bidara laut mengandung etanol dengan kadar cukup tinggi. Senyawa yang terkandung dalam etanol tersebut diantaranya adalah strikinin dan brusin yang disinyalir merupakan senyawa antimalaria.
Untuk antidiabetes, merupakan zat ekstraktif lain yang ditemukan. Pohon yang memiliki kandungan tersebut adalah jabon merah (Anthocephalus macrophyllus) dan kina ledger (Cinchona ledgeriana) yang termasuk ke dalam famili Rubiaceae.
"Setelah dilakukan pengujian antidiabetes terhadap ekstrak etanol jabon merah dan kina ledger, ditemukan hasil bahwa aktivitas antidiabetes tertinggi terdapat pada kulit jabon merah dan daun kina ledger," terangnya