Di Papua, Menimba Ilmu Bermodal Sebatang Lilin

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Kamis 29 September 2016 07:00 WIB
Foto: Dok UNY
Share :

"Kegiatan yang dia lakukan adalah membersihkan dan menggarap lahan, menanaminya dengan ubi, mencabuti rumput sampai memanennya. Ketika pekerjaan di kebun dirasa cukup dia dan orangtuanya kembali ke rumah," ucapnya.

Tak hanya Yogi, sarjana SM-3T lainnya, Dwi Septiana, Yayuk Widyastuti dan Suraban juga merasakan hal yang sama. Sebab, saking semangatnya belajar, para siswa tersebut datang untuk meminta jam tambahan pelajaran walaupun hanya dengan cahaya lilin.

Cowok yang lahir di Jambi 21 Oktober 1989 tersebut menambahkan, sebenarnya siswa di sana tidak bodoh, hanya nasibnya kurang beruntung karena minimnya fasilitas pendidikan. Selain itu, mereka juga kekurangan guru.

"Bahkan siswa yang tinggal di pedalaman harus berangkat sekolah setelah subuh dengan berjalan kaki dan sampai di rumah pada malam harinya," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Yogi berharap para pelajar di Papua tidak patah semangat untuk mengejar cita-citanya. "Walau hanya dengan sebatang lilin, siswa Papua bisa lebih maju dan menjadi generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas dengan pendidikan. Semoga listrik segera masuk distrik Oklib," pungkasnya. 

(Susi Fatimah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya