Palu Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional

, Jurnalis
Jum'at 09 September 2016 15:04 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menyelenggarakan puncak Hari Aksara Internasional (HAI) 2016 dengan tema "Literasi dan Vokasi untuk Pembangunan Berkelanjutan" di Kota Palu, Sulawesi Tengah, 20 Oktober.

"Tema tersebut mengacu pada enam kemampuan literasi yaitu kemampuan baca tulis, berhitung, sains dan teknologi, keuangan, budaya, dan kewarganegaraan. Hal itu selaras dengan Nawacita yang digaungkan pemerintah terkait pembangunan keterampilan hidup atau vokasi masyarakat," ujar Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud, Harris Iskandar di Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Tema yang diangkat tersebut juga menjadi sebuah isu global karena pada 2015 merupakan akhir dari dekade UNESCO "Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan". Pesan utama dari tema tersebut adalah menunjukkan bahwa keaksaraan bukan hanya sekadar prioritas pendidikan, tetapi investasi yang sangat penting bagi masa depan yang berkesinambungan.

Palu dipilih karena mempunyai angka buta aksara yang cukup tinggi, dan pemerintah daerah memiliki komitmen kuat untuk memberantasnya.

"Peringatan HAI ini menjadi momentum untuk melakukan upaya penuntasan tuna aksara di Indonesia secara lintas sektor dan lintas sosial budaya masyarakat," paparnya.

Keaksaraan merupakan bagi hak asasi manusia, sekaligus menjadi alat pemberdayaan personal dan media perkembangan sosial.

"Peringatan HAI merupakan pengingat bahwa kita masih menempuh jalan panjang untuk mencapai keaksaraan hakiki." Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terjadi penurunan angka buta aksara dari 14,89 juta orang pada 2005 menjadi 5,77 juta orang pada 2015.

Harris mengatakan penuntasan aksara mengalami kendala yakni faktor kemiskinan, lokasi yang tak terjangkau, dan kurangnya motivasi belajar.

"Ada beberapa poin yang perlu dilakukan yakni menumbuhkan kesadaran akan motivasi belajar. Lemahnya motivasi belajar merupakan akar permasalahan dalam usaha penuntasan tuna aksara, maka perlu adanya kesungguhan dalam membangun motivasi belajar." Kemudian, melakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dalam upaya gerakan masif penuntasan tunaaksara.

"Selanjutnya mengintegrasikan program pendidikan keaksaraan dengan program pemberdayaan masyarakat lainnya. Penanganan program pendidikan keaksaraan dapat dimaksimalkan melalui dukungan anggaran APBN sebagai investasi dalam menciptakan masyarakat yang melek aksara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," cetus dia.

Peringatan HAI akan dihadiri Mendikbud Muhadjir Effendy dan sejumlah kepala dinas pendidikan. Beberapa agenda yang diselenggarakan yakni Festival Budaya Baca, pameran hasil karya warga belajar keaksaraan, dan pemberian penghargaan PKBM Berprestasi, TBM Kreatif, dan penghargaan bidang PAUD.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya