Ospek Diwarnai Bullying, NUS Minta Maaf

Afriani Susanti , Jurnalis
Selasa 02 Agustus 2016 12:22 WIB
Foto: Dok. NUS
Share :

JAKARTA - Baru-baru ini, netizen dibuat mengelus dada melihat foto kegiatan orientasi pengenalan kampus (ospek) di sebuah kampus Thailand. Mahasiswa baru di kampus tersebut terlihat diperlakukan tidak manusiawi.

Tindakan serupa muncul dalam kegiatan ospek di National University of Singapore (NUS). Mahasiswa kampus elite di Singapura itu dikabarkan memperlakukan para juniornya dengan tidak senonoh dalam sebuah permainan pada masa ospek.

Laman Facebook Persatuan Mahasiswa NUS, seperti dilansir Asia One, Selasa (2/8/2016) secara resmi meminta maaf kepada para mahasiswa baru yang merasakan ketidaknyamanan selama permainan ice breaking tersebut berlangsung. Dijelaskan bahwa tindakan ini merupakan aktivitas yang tidak senonoh serta tidak mendapat dukungan Persatuan Mahasiswa UNS dan dilakukan oleh panitia orientasi.

Selain itu, Persatuan Mahasiswa NUS juga menyatakan, pihak universitas tidak berkonsultasi dengan mereka sebelum memutuskan menghentikan semua bentuk kegiatan orientasi mahasiswa baru.

"Menanggapi penghentian kegiatan tersebut, yang tidak terlebih dulu dikonsultasikan dengan Persatuan Mahasiswa NUS, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para relawan mahasiswa yang telah mendedikasikan waktu dan mengorbankan masa libur mereka untuk menyiapkan berbagai aktvitas orientasi bagi mahasiswa baru," demikian bunyi pernyataan resmi Persatuan Mahasiswa NUS.

Persatuan Mahasiswa NUS juga menyebut, berbagai aktivitas mengerikan tersebut tidak mencerminkan moral dan integritas mahasiswa di NUS. Para mahasiswa baru di antaranya dipanggil dengan nama julukan serta dicaci-maki.

Media lokal Singapura, The New Paper, salah satu permainan dalam masa ospek di NUS mengandung unsur seksualitas. Selama beberapa tahun terakhir, protes atas hal tersebut terus terdengar selama masa ospek mahasiswa baru NUS.

Pihak universitas sendiri akan melakukan investigasi atas keluhan masyarakat. NUS juga berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada semua pihak yang terlibat.

Sebuah video yang beredar di internet menunjukkan, mahasiswa dicelupkan ke dalam air dan merangkak di atas tanah padahal aktivitas pelonco seperti itu sudah dilarang NUS. Pihak kampus pun akhirnya menghentikan semua aktivitas orientasi terhadap mahasiswa baru tersebut.

Sejumlah mahasiswa menuturkan, mereka sudah cukup dewasa untuk memutuskan apa yang pantas bagi mereka serta tidak membutuhkan orangtua untuk mengawasi. Persatuan mahasiswa NUS pun mengeluarkan pernyataan kepada mahasiswa untuk tetap bersatu selama investigasi terus dilakukan. (ira)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya