JAKARTA - Umumnya masa kuliah berlangsung selama empat tahun. Bahkan, ada mahasiswa yang mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun. Namun, tidak sedikit juga mahasiswa yang harus mengenyam pendidikan sarjana dengan masa studi lebih lama.
DA, misalnya, harus merasakan kuliah selama 14 semester alias tujuh tahun. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Bandung ini mengaku, banyak alasan mengapa kelulusannya amat tertunda bila dibandingkan teman satu angkatannya, yaitu angkatan 2009.
"Awalnya karena terhambat satu mata kuliah dan itu hanya bisa diambil di tahun berikutnya yaitu semester genap. Otomatis aku harus nunggu dulu setahun. Pas remedial itu aku semester lima," ungkapnya, ketika berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Tidak hanya harus mengulang mata kuliah, DA juga harus menghadapi hambatan lagi saat ingin memulai skripsi. Sedikitnya sudah 15 judul skripsi dia ajukan untuk mendapat persetujuan dosen pembimbing. Akibat lama menanti kepastian skripsi dan kelulusan, mahasiswa jurusan Psikologi tersebut terkadang disergap rasa malas.
"Pasalnya, saat menyerahkan skripsi kan harus sekaligus menyerahkan bab satu sampai tiga. Tapi ujung-ujungnya yang dibaca hanya judulnya, jadi mau enggak mau ya ganti judul lagi. Kalau setiap kali harus ganti-ganti judul gitu terus, jadi malas aja bawaannya," paparnya.
DA mengaku, menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tingkat akhir membawa banyak perubahan. Soal teman, kini lebih banyak mahasiswa junior yang dia temui di kampus.
"Teman seangkatan sudah banyak yang lulus," imbuhnya.
Kebiasaan DA juga berubah. Jika biasanya DA kerap menghabiskan waktu untuk nongkrong bersama teman-teman usai kuliah, kini dia lebih memilih untuk langsung pulang ke rumah usai melakukan bimbingan skripsi.
Bagi DA, hari-harinya terasa belum melegakan jika dia belum tamat kuliah. Karena itu, DA memfokuskan diri untuk menyelesaikan skripsinya agar Juli nanti bisa mengikuti sidang.
"Teman-teman juga kadang kalau diajakin main suka bilang selesaikan dulu kuliahnya biar lega. Jadinya ya saya termotivasi supaya bisa lulus sesegera mungkin," tandasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)