Tidak hanya unggul secara akademis, dara kelahiran 30 Juli 2001 itu aktif dalam berbagai kegiatan ekskul seperti simulasi cerdas cermat dan Tari Saman. Bahkan, Sabila telah menghafal lima juz Alquran.
"Dia pernah menjadi juara satu pada kompetisi perlombaan MTQ cabang tahfidz quran yang diadakan Yayasan Ammanatul Ummah, Surabaya," imbuh Menik.
Sebelum memilih Unair, kata Menik, sebenarnya Sabila ingin mengambil studi Sastra Arab di Maroko. Namun dorongan sang ayah, Hadi Nurkholik, yang berprofesi sebagai guru Bahasa Arab di Lembaga Pengajaran Bahasa Arab (LPBA) Masjid Agung Sunan Ampel, Surabaya, serta pamannya yang menjadi dosen di Unair membuat Sabila mengubah keputusan.
"Sebagai orangtua, jangan sampai anak terlalu dipres (ditekan-red). Saya selalu memberikan motivasi, jadilah diri sendiri, jangan jadi orang lain," tandas Menik.
(Rifa Nadia Nurfuadah)