Tak Bisa Berdiri Sendiri, Kampus Harus Jalin Kerjasama

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Kamis 21 April 2016 09:28 WIB
Rektor Binus University Prof Harjanto Prabowo. (foto: dok. Binus University)
Share :

JAKARTA - Bina Nusantara (Binus) University adalah salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia yang rutin melakukan kerjasama, baik dengan industri maupun lembaga atau kampus luar negeri. Baru-baru ini, kampus yang dikenal sebagai pencetak lulusan teknologi dan informasi (TI) itu turut andil dalam proyek Indoped bersama lima lembaga pendidikan dalam negeri dan lima institusi pendidikan dari Eropa.

Kerjasama yang dilakukan oleh Binus dengan berbagai pihak bukanlah tanpa alasan. Menurut Rektor Binus University, Profesor Dr Ir Harjanto Prabowo, MM, suatu kampus tidak bisa berjalan sendiri untuk mewujudkan pendidikan yang mumpuni. Bahkan, hubungan dan kerjasama dengan pemerintah juga harus terjalin baik.

"Pemerintah juga turut membantu Binus dengan standar yang diberikan. Selama ini Binus menjalin kerjasama dengan industri menggunakan konsep win-win solution. Begitu juga dengan perguruan tinggi asing juga luar biasa. Mereka punya riset maju, kita harus belajar. Ibaratnya jika mau pintar maka harus berteman dengan orang pintar," ucapnya kala berbincang dengan Okezone di Kampus Binus Syahdan, Jakarta, belum lama ini.

Pria kelahiran Pekalongan, 17 Maret 1964 itu berpendapat, kampus tidak boleh statis karena dunia selalu berubah. Dengan begitu, cara mengajar juga harus diperbarui. Tujuannya, supaya menghasilkan lulusan yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.

"Cara pikir dari waktu ke waktu berubah, sehingga mengajar pun harus ada inovasinya. Pada proyek Indoped, misalnya. Binus ikut mengadopsi metode pembelajaran kampus-kampus yang sudah banyak menghasilkan lulusan inovatif. Contoh lain di bidang bisnis diberlakukan pola studi kasus," sebutnya.

Menjadi seorang pendidik, ujar Harjanto, tidaklah instan. Bahkan seorang dosen harus bisa meningkatkan ilmunya seiring bertambahnya usia. Lulusan S-1 Teknik Elektro Universitas Dipenogoro (Undip) itu juga merasa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum masa jabatan sebagai rektor berakhir.

"Banyak hal yang sudah bisa dicapai, tetapi ada yang belum juga. Saya ingin supaya semakin banyak orang yang mau kerja keras dan bekerja menggunakan hati. Bekerja di pendidikan menurut saya tidak bisa dengan cara pindah sana-sini. Ini karena saya percaya bahwa pendidikan itu buah ketekunan," terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya