JAKARTA - Canggihnya handphone (HP) dengan berbagai fitur menarik membuat banyak orang betah berlama-lama menandangi layar HP mereka. Termasuk juga anak muda dan para siswa di sekolah.
Keberadaan telefon pintar nyatanya diakui guru Kimia SMAN 28 Jakarta, Hadrah, telah membuat kehidupan di lingkungan sekolahnya sedikit berubah. Dia melihat, siswa lebih individualistis dan kurang peka pada lingkungan sekitar.
"Mungkin karena kebanyakan nunduk dan melihat HP terus, jadi enggak peka pada yang ada disekelilingnya," ujar Hadrah, saat ditemui Okezone, Kamis (3/3/2016).
Selain perilaku sosial, Hadrah juga mengkhawatirkan pengaruh negatif berbagai konten internet yang mudah diakses siswanya. Misalnya, konten-konten berbau porno.
"Belum lagi jika mental si anak tidak stabil, marah-marah hanya karena butuh uang untuk beli pulsa," tambahnya.
Berbagai pengaruh negatif penggunaan HP membuat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise akan menggandeng Mendikbud dan Menag untuk membuat peraturan bersama yang membatasi penggunaan telefon genggam di sekolah. Hal tersebut dilakukan menyusul penggunaan HP di sekolah dinilai mengganggu konsentrasi siswa saat jam pelajaran.
"Pembatasan ini akan berlaku di semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas," ujar Yohana dalam keterangan tertulisnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)