Sementara mahasiswa lainnya, Teddy menuturkan, berharap tahun ini bisa memperoleh angpao dengan jumlah yang lebih besar daripada tahun sebelumnya.
"Biasanya kalau makin besar makin banyak angpaonya. Tapi nanti ada kalanya jumlahnya turun. Semoga tahun ini lebih besar dari sebelumnya," sebutnya.
Untuk tradisi Imlek di keluarga, mahasiswa semester VII Komunikasi Untar tersebut menjelaskan tidak jauh berbeda dengan yang lain, yakni makan hidangan Imlek bersama keluarga besarnya.
"Di sekitar tempat tinggal saya sebenarnya sudah tidak terlalu banyak menunjukkan budaya Tionghoa. Tapi bukan berarti luntur, hanya tergerus modernisasi. Untuk filosofi makanan saja saya tidak terlalu tahu banyak," tukasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)