"Setelah berkarya kemudian mereka akan berbagi. Acara juga dikemas dengan menyenangkan," imbuhnya.
Fesovity, harap Martin, bisa menjadi acara tahunan yang bertujuan meningkatkan daya cipta dan menumbuhkan benih-benih dari pelosok Indonesia yang kreatif. Meski baru pertama dilakukan, dia pun optimistis jika Fesovity selanjutnya bisa lebih besar lagi.
Sementara salah satu guru bernama Hendro yang mendampingi anak didiknya di acara Fesovity menuturkan, kreativitas dilatih dengan praktik langsung sehingga anak-anak antusias.
"Ada 50 anak yang ke sini. Semoga acara seperti ini dilanjutkan karena menambah wawasan jadi enggak di sekolah aja belajarnya. Anak-anak juga bisa bersosialisasi dengan siswa dari sekolah lain, kan bagus untuk menambah teman," tukasnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)