Meski demikian, jika mengukur kesuksesan dalam parameter keilmuan, maka tentunya kita perlu untuk terus mencari ilmu. Andre menilai, kita perlu memiliki keahlian dalam bidang tertentu melalui proses belajar formal. Apalagi, imbuhnya, penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tidak hanya membutuhkan kesarjanaan, tetapi juga kompetensi.
"Misalnya apakah kita berhak melamar menjadi seorang public relations (PR) jika kita sarjana ekonomi? Makanya perlu tes dulu sebagai seorang PR," tambah Andre.
Dia berharap, sarjana-sarjana Indonesia bisa memiliki hard skill dan soft skill yang diperkuat saat masuk ke perguruan tinggi. "Dengan begitu, bisa membentuk karakter menjadi seorang sarjana yang benar-benar siap pakai baik di masyarakat, industri, maupun dunianya sendiri," tutupnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)