PADANG - Pencari kerja (pencaker) tingkat sarjana di Sumatera Barat mencapai 16.824 orang. Salah satu penyebab tingginya angka sajana pengangguran ini adalah tidak seimbangnya angka pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan lapangan kerja.
"Selain itu banyak lulusan sarjana tidak memiliki keahlian (skill) sesuai tuntutan lapangan kerja yang tersedia, sehingga tidak bisa mengikuti bursa kerja yang ada," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar, Sofyan, Rabu (30/9/2015).
Sofyan menegaskan, para calon sarjana perlu mengetahui kondisi pasar tenaga kerja yang ada, dan memiliki keahlian di bidang itu. Para calon sarjana, imbuh Sofyan, juga perlu mengetahui bidang kerja apa yang memiliki serapan tenaga kerja tinggi sehingga mereka dapat mempersiapkan keterampilan tertentu untuk bersaing di dunia kerja setelah lulus.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar, Asnawi Bahar mengatakan, masih tingginya angka pengangguran di daerah ini salah satunya disebabkan rendahnya investasi.