Fenomena ini, kata Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Yuliandre Darwis, PhD, tidak bisa menjadi tolok ukur bahwa orang yang tidak sekolah pun akan berhasil.
"Sebab, angkanya hanya satu persen. Tidak bisa menjadi tolok ukur secara permanen," ujar Andre, saat dihubungi Okezone, belum lama ini.
Andre menilai, mereka yang berhasil tanpa proses sekolah memiliki kemampuan lain yang bisa mendukung kerja keras mereka.
"Ada nilai lain, mungkin mereka punya soft skills yang tepat. Kualitas, kegigihan menjadi seorang wirausaha yang tangguh. Tetapi selain itu, juga masalah rezeki, kan?" ujarnya.