"Ada yang jadi pedagang, petani, atau peternak untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," ungkap Ketua Umum Forum Honorer Kategori Dua (K2) Titi Purwaningsih di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Jakarta, Selasa (15/9/2015).
Titi sendiri merupakan guru honorer K2. Dia mengaku, menerima bayaran dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp150 ribu setiap bulan.
"Kami berusaha sekuat tenaga agar tidak kekurangan. Dan itu yang kami tuntut hari ini," ujarnya.
Titi bergabung dengan puluhan ribu guru honorer dalam aksi demonstrasi menuntut kejelasan status sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Dia mendesak pemerintah segera membuat regulasi terkait penuntasan honorer K2 yang sudah menunggu selama 12 tahun.
"Sekira 400 ribu tenaga honorer K2 yang tidak lulus ini bukan hanya guru. Ada pegawai kelurahan, kecamatan, dan tenaga honorer lainnya. Tapi 80 persen itu adalah guru," tambahnya.
Menanggapi tuntutan para guru honorer, Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi berjanji akan memerhatikan nasib mereka. Namun, dia tidak bisa menjanjikan status PNS bagi semua tenaga honorer.
"Karena pertama, ada aturannya. Kedua, keterbatasan anggaran," ujar Yuddy.
(Rifa Nadia Nurfuadah)