Penyebab Siswa Drop Out SMA

Afriani Susanti , Jurnalis
Kamis 20 Agustus 2015 17:09 WIB
Masih banyak pelajar SMP tidak melanjutkan studi ke SMA karena berbagai faktor. (Foto: dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Saat ini, di tengah gencarnya penerapan Wajib Belajar 12 tahun, ternyata masih banyak pelajar Indonesia putus sekolah. Bahkan, di sebuah desa di Bengkulu, banyak lulusan SMP memilih menikah atau bekerja sebagai buruh tani ketimbang meneruskan sekolah. Alasan utama mereka, keterbatasan ekonomi.

Selain keterbatasan ekonomi untuk membayar uang sekolah, kata Kordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) atau Network for Education Watch (NEW) Indonesia Abdul Waidl, ada faktor lain yang membuat siswa tidak melanjutkan ke jenjang SMA.

"Pertama, ketersediaan lembaga sekolah. Sering kali, lembaga sekolah tidak mampu menampung banyaknya penduduk di suatu daerah," ujar Waidl di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2015).

Faktor berikutbya adalah masalah geografis. Di beberapa daerah lainnya, penduduk kesulitan mencari sekolah karena berada jauh dari pemukiman mereka.

"Misalnya, penduduk suatu desa harus menempuh perjalanan ke kota untuk melanjutkan sekolah. Sedangkan kalau menyewa rumah kos, biayanya mahal. Maka melanjutkan SMA itu sulit," imbuhnya.

Terakhir yakni masalah sosial budaya. Banyak orangtua beranggapan bahwa sekokah tidak ada artinya karena belum bisa mengubah perekonomian keluarga.

"Itulah yang harus kita dorong supaya jumlah lulusan SMA bisa ditingkatkan," tambahnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya