Selain keterbatasan ekonomi untuk membayar uang sekolah, kata Kordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) atau Network for Education Watch (NEW) Indonesia Abdul Waidl, ada faktor lain yang membuat siswa tidak melanjutkan ke jenjang SMA.
"Pertama, ketersediaan lembaga sekolah. Sering kali, lembaga sekolah tidak mampu menampung banyaknya penduduk di suatu daerah," ujar Waidl di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2015).
Faktor berikutbya adalah masalah geografis. Di beberapa daerah lainnya, penduduk kesulitan mencari sekolah karena berada jauh dari pemukiman mereka.
"Misalnya, penduduk suatu desa harus menempuh perjalanan ke kota untuk melanjutkan sekolah. Sedangkan kalau menyewa rumah kos, biayanya mahal. Maka melanjutkan SMA itu sulit," imbuhnya.
Terakhir yakni masalah sosial budaya. Banyak orangtua beranggapan bahwa sekokah tidak ada artinya karena belum bisa mengubah perekonomian keluarga.
"Itulah yang harus kita dorong supaya jumlah lulusan SMA bisa ditingkatkan," tambahnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)